Labels

Minggu, 07 Oktober 2012

Serangan Umum 1 Maret 1949


1.      Serangan Umum 1 Maret 1949

Dalam agresi militer II, Belanda berhasil menangkap para pemimpin politik dan menduduki ibukota RI di Yogyakarta. Belanda ingin menunjukkan kepada dunia bahwa pemerintah RI telah dihancurkan dan TNI tidak memiliki kekuatan lagi. Menghadapi tindakan belanda tersebut, TNI menyusun kekuatan untuk melawan belanda.
      Puncak serangan TNI adalah serangan umum terhadap kota Yogyakarta pada tanggal 1 Maret 1949, yang dipimpin oleh Letkol Soeharto. Sebelumnya, Letkol Soeharto mengadakan koordinasi terlebih dahulu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam serangan ini, TNI memakai sistem wehrkreise.
      Untuk memudahkan penyerangan, maka dibentuk beberapa sektor yaitu :
a.       Sektor Barat dipimpin oleh Mayor Ventje Sumual
b.      Sektor Selatan dan Timur dipimpin oleh Mayor Sardjono
c.       Sektor Utara dipimpin oleh mayor Kusno
d.      Sektor kota dipimpin oleh Letnam Amir Murtono dan Letnam Masduki.
Pada malam hari menjelang seranga umum, pasukan – pasukan telah merayap mendekati kota dan melakukan penyusupan – penyusupan. Pagi hari tanggal             1 Maret 1949 sekitar pukul 06.00 WIB tepat sirine berbunyi, serangan dilancarkan dari segala penjuru kota. Letkol Soeharto langsung memimpin serangan dari sektor barat sampai batas jalan Malioboro. Rakyat mebantu memperlancar jalannya penyerangan dengan memberikan bantuan logistik. Dalam waktu enam jam kota Yogyakarta berhasil dikuasai TNI.
Pada pukul 12.00 WIB tepat, pasukan TNI mengundurkan diri. Hal ini sesuai dengan rencana yang ditentukan sejak awal. Bersaman dengan itu bantuan belanda tiba dengan kendaraan lapis baja serta pesawat terbang. Belanda melakukan serangan balasan. Meskipun demikian, serangan umum telah mencapai tujuannya. Berikut ini tujuan Serangan Umum 1 Maret 1949.
a.       Ke Dalam
1)      Mendukung perjuangan yang dilakukan secara diplomasi.
2)      Meningkatkan moral rakyat dan TNI yang sedang bergerilya.
b.      Ke Luar
1)      Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa TNI mempunyai kekuatan untuk mengadakan ofensif.
2)      Mematahkan moral pasukan belanda.
Untuk mengenang para pejuang dan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 maka pemerintah Yogyakarta membangun “Monumen Yogya Kembali”.

0 komentar:

Poskan Komentar

Loading...