Labels

Jumat, 12 Oktober 2012

Latar Belakang dan Proses Pendudukan Jepang (1942 – 1945)


A.     Latar Belakang dan Proses Pendudukan Jepang (1942 – 1945)

      Masa pendudukan Jepang merupakan periode yang penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pendudukan Jepang di Indonesia ditujukan untuk mewujudkan Persemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Untuk mewujudkan cita – cita itu, Jepang menyerbu pangkalan Angkatan Laut di Pearl Harbour, Hawai. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 7 Desember 1941.
      Gerakan invasi militer Jepang cepat merambat ke kawasan Asia Tenggara. Pada bulan Januari – Februari 1942, Jepang menduduki Filipina, Tarakan (Kalimantan Timur, Balikpapan, Pontianak dan Samarinda. Pada bulan Februari 1942 Jepang berhasil menguasai Palembang.
      Untuk menghadapi Jepang, Sekutu membentuk Komando gabungan. Komando itu bernama ABDACOM (American British Dutch Australian Command). ABDACOM dipimpin oleh Jenderal Sir Archibald Wavell dan berpusat di Bandung.
      Pada tanggal 1 Maret 1942 Jepang berhasil mendarat di Jawa yaitu Teluk Banten, di Eretan (Jawa Barat), dan di Kragan (Jawa Timur). Pada tanggal 5 Maret 1942 kota Batavia jatuh ketangan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang.
      Upacara penyerahan kekuasaan dilakukan pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Dalam upacara tersebut Sekutu diwakili oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenbourgh dan Jenderal Ter Poorten, sedang Jepang diwakili oleh Jenderal Hitoshi Imamura. Dengan penyerahan itu secara otomatis Indonesia mulai dijajah Jepang.
      Kebijakan Jepang terhadap rakyat Indonesia pada prinsipnya dipriorotaskan pada dua hal, yaitu :
1.      Menghapus pengaruh – pengaruh Barat di kalangan rakyat Indonesia
2.      Memobilisasi rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.
            Politik imperialisme Jepang di Indonesia berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Jepang melakukan eksploitasi sampai tingkat pedesaan. Dengan berbagai cara, Jepang menguras kekayaan alam dan tenaga rakyat melalui janji – janji maupun kekerasan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Loading...